
Produsen elektro Samsung Electronics optimistis fungsi perangkat televisi tidak akan tergantikan ponsel arif untuk menonton film ataupun konten-konten video, bahkan memainkan game digital menyusul kenyamanan pengguna dalam durasi yang usang menatap layar.
"Jumlah orang yang menggunakan televisi beresolusi tinggi akan semakin bertumbuh dan tidak tergerus pasar ponsel pintar," ujar Direktur Bisnis Produk Konsumen Samsung Electronics Indonesia, Vega Susantyo Adi, di Singapura, Selasa (26/3/2019).
Baca Juga: Galaxy M20, Jagoan Samsung di Ranah Smartphone Rp2 Jutaan | Review
Vega menyampaikan sikap konsumen perangkat televisi di Indonesia terus bergerak dengan menentukan layar yang lebih besar ataupun resolusi tinggi.
"Sebelumnya, konsumen menentukan televisi berukuran 32 inci ataupun 42 inci. Saat ini, ukuran ibarat itu sudah tidak nyaman untuk mata. Konsumen Tanah Air lebih menentukan ukuran televisi 43 inci, 49 inci, sampai 55 inci," ujarnya.
Produsen asal Korea Selatan itu terus membenamkan teknologi terbaru biar perangkat televisi tidak tertinggal dibanding perangkat ponsel pintarnya. Setelah memperkenalkan televisi arif (Smart TV) pada 2014, Samsung juga menyertakan kemampuan pada aplikasi asistensi digital berjulukan Bixby yang mendukung konektivitas arif sesuai perkembangan Internet of Things (IoT).
Fungsi perangkat televisi penayang gambar seni berupa televisi berjulukan The Frame atau produk The Wall yang menjadi panel iklan menjadi seni administrasi Samsung biar produk televisi tidak karam oleh ponsel pintar.
Namun, Manajer Senior Pemasaran TV dan Audio Visual Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengaku durasi menonton televisi di Indonesia rata-rata 4,5 jam setiap harinya.
"Fungsi televisi sebagai sarana yang menyatukan keluarga di rumah tidak sanggup hilang," ujar Ubay ihwal manfaat perangkat televisi.
Baca Juga: Ketika Milenial Lakukan Transaksi Gadai Lewat Smartphone
Ubay lantas memaparkan harga televisi arif berukuran 65 inci di Indonesia yang semakin menurun semenjak 2015 sampai 2018. Pada 2015, televisi arif 65 inci dijual seharga Rp47,5 juta dan turun menjadi Rp25,1 juta pada 2018. Selain itu, data penjualan televisi ukuran itu meningkat sebesar 110 persen semenjak 2015 ke 2018.
Hanya saja, Samsung Indonesia masih mengakui sejumlah hambatan infrastruktur untuk mendukung fitur konektivitas arif di Tanah Air ibarat kecepatan jaringan Internet ataupun jaringan listrik yang belum merata di seluruh daerah.
"Infrastrukur jaringan Internet dan listrik itu sangat penting bagi produk elektronik yang mengarah pada Internet of Things. Tapi, bukan berarti Indonesia tidak bisa. Samsung akan berjalan searah dengan kemajuan infrastruktur teknologi di Indonesia dengan menentukan produk yang sesuai dengan pasar Tanah Air," ujar Vega.
Baca lengkap https://www.wartaekonomi.co.id/read221165/fungsi-televisi-bakal-tergantikan-ponsel.html
0 komentar